Pos Virtual – Rapat Operasional Operasi GOLDEN STRIKE II 20 Desember 2022
15 January 2023
calendar_today
15 January 2023
INTERPOL melalui Environmental Security (ENS)-nya telah melancarkan Operasi Golden Strike II yang dilaksanakan pada bulan Juli 2022 dengan fokus pada permasalahan perdagangan satwa liar ilegal antar negara.
Wilayah Afrika dan Asia. Dengan kerjasama 28 negara, 1 wilayah yaitu Hong Kong Cina, Afrika dengan total 14 negara, Asia dengan keterlibatan 12 negara dan 1 wilayah, 2 negara transit, 9 Negara Anggota ASEANAPOL kecuali Brunei, menghasilkan 185 investigasi dan lebih dari 300 penjahat telah ditangkap setelah melakukan pertemuan pengarahan operasional pada bulan Juni tahun yang sama.
Untuk menentukan hasil dari operasi di atas, Pertemuan Pasca Operasi Operasi Golden Strike II diadakan secara virtual pada tanggal 20 Desember 2022 oleh INTERPOL untuk merangkum upaya negara-negara yang berpartisipasi dan meninjau tren kejahatan di kawasan yang terlibat serta mengamati ancaman dan tantangan umum yang mungkin dihadapi di masa depan guna menjalin kerja sama dan kolaborasi yang signifikan antar negara di Asia dan Afrika untuk melawan kejahatan terhadap satwa liar.
Pertemuan kemudian dimulai dengan sambutan pembukaan oleh Mr. David MIGWI dari INTERPOL diikuti oleh Ms. WU Ying dari NCB Beijing dan Pol. Penjara. Jenderal Zaw Lin Tun, Direktur Eksekutif Sekretariat ASEANAPOL. Singkatnya, INTERPOL memperbarui bahwa modus kejahatan perdagangan satwa liar ilegal menunjukkan tren peningkatan jumlah penyitaan hewan hidup, sementara jumlah penyitaan satwa liar menurun dan sebagian besar kasus terdeteksi di bandara. Mengacu pada studi kasus yang terjadi di Tanzania, 116 kura-kura terdeteksi di Bandara Internasional Suvarnabhumi di Bangkok sementara presenter Singapura menyoroti bahwa konservasi burung kicau di Asia saat ini sedang dilaksanakan oleh otoritas Singapura pada Konferensi Para Pihak ke-19, Konvensi Perdagangan Internasional Spesies Fauna dan Flora Liar yang Terancam Punah (CITES) yang berhasil diselenggarakan di Panama.
Pertemuan ini diakhiri dengan pembagian program masa depan dengan rangkaian operasi serupa lainnya yang akan dimulai lebih lanjut pada kuartal kedua tahun 2023. Jelas terlihat bahwa partisipasi Negara-negara Anggota ASEANAPOL mewujudkan unsur-unsur kerja sama internasional yang mencakup penyelidikan bersama dan pertukaran informasi secara real-time yang sangat penting, sementara penguatan aspek bantuan hukum timbal balik dan penilaian tren kejahatan sangat penting untuk menjamin keberhasilan berbagi informasi dan operasi intelijen.
English
Melayu
Indonesia
ภาษาไทย
Tiếng Việt
ភាសាខ្មែរ
ພາສາລາວ
မြန်မာ
Filipino
中文