PERTEMUAN JARINGAN ILMU FORENSIK POLISI ASEAN (APFSN) ke-5 Tahun 2023

05 June 2023

calendar_today 05 June 2023
PERTEMUAN JARINGAN ILMU FORENSIK POLISI ASEAN (APFSN) ke-5 Tahun 2023

Setelah tiga (3) tahun dimulainya pandemi COVID-19 yang menghancurkan sejak tahun 2020, pertemuan 5th Pertemuan Jaringan Ilmu Forensik Polisi ASEAN (APFSN) akhirnya kembali normal pada tanggal 24 sampai 25th Mei 2023 di Phnom Penh, Kerajaan Kamboja. Sebagaimana diamanatkan pada Konferensi 40th ASEANAPOL pada tahun 2022 untuk seluruh Kepolisian ASEAN melalui badan khusus yang disebut Komite Identifikasi Korban Bencana (DVI) / Investigasi TKP (CSI) dalam menyelesaikan dokumen-dokumen yang diuraikan yaitu Kerangka Acuan (TOR) & Pedoman DVI/CSI di bawah Di bawah naungan platform APFSN, pertemuan dua (2) hari tersebut menyaksikan kehadiran penuh Negara-negara Anggota ASEANAPOL (AMCs) dalam membahas kedua dokumen tersebut dengan cara yang paling adil.

 

Rapat diawali dengan sambutan oleh Yang Mulia Ketua Rapat, Ir. Brigadir Jenderal You Boren, Kepala NCB/INTERPOL Phnom Penh, Komisariat Jenderal Polisi Nasional, Kementerian Dalam Negeri, Kerajaan Kamboja. Sesuai dengan tema pertemuan, agenda yang diuraikan dimaksudkan untuk mengarahkan arah masa depan jaringan forensik dengan menetapkan dokumen-dokumen yang digariskan dengan upaya penuh di antara AMC dalam memastikan implementasi efektif dari resolusi yang diadopsi yang sebelumnya disepakati melalui konsensus dalam konferensi yang berakhir dengan sukses yang diselenggarakan tahun lalu.

 

Sesuai dengan rangkaian pertemuan, Inspektur Polisi Saravanan Kanniappan dari Kepolisian Kerajaan Malaysia yang bertindak sebagai Ketua Komite DVI/CSI kemudian diundang untuk menyampaikan pesan terhadap pengembangan dokumen khusus tersebut. Ia mengedepankan elemen-elemen penting dari koordinasi yang erat antara Kepolisian ASEAN menuju kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana besar yang belum pernah terjadi sebelumnya seperti bencana alam atau insiden kriminal berskala besar. Oleh karena itu, sangat penting untuk memastikan bahwa timbal balik yang dilakukan AMC harus dilakukan dengan cara yang efisien, harmonis, dan terkoordinasi dengan baik. Sebagai penutup, atas nama Kepolisian Kerajaan Malaysia, beliau menyampaikan terima kasih yang tulus kepada Sekretariat ASEANAPOL yang telah mempercayakan Malaysia untuk memikul tanggung jawab memimpin pengembangan dokumen-dokumen tersebut di atas. Mengingat tugas yang diamanahkan merupakan langkah penting dalam memperkuat aspek interoperabilitas dan saling pengertian, Kepolisian Kerajaan Malaysia menegaskan kembali semangat untuk membangun kerangka kerja sama yang mulus dalam memberikan perlindungan dan kesejahteraan komunitas ASEAN.

 

Menanggapi aspirasi yang disampaikan pada sambutan awal oleh Ketua Rapat dan Ketua Panitia, Petugas Pelayanan Kepolisian II Sekretariat ASEANAPOL (AS), Asisten Inspektur Khairul Izham mengharapkan adanya musyawarah yang konstruktif, adil dan menguntungkan di antara anggota panitia kerja sepanjang agenda yang telah digariskan untuk memastikan tujuan dan sasaran rapat dapat dicapai. Rapat kemudian dilanjutkan dengan pemaparan draft TOR 2nd yang dilanjutkan dengan Pedoman DVI/CSI oleh Ketua Panitia dan dibantu oleh AS dimana seluruh hadirin yang terkemuka menyumbangkan komentar/masukannya yang inventif dan cerdas melalui musyawarah yang adil yang meningkatkan kebutuhan dalam proses validasi dokumen outline pada Konferensi ASEANAPOL mendatang.

 

Dalam upaya meningkatkan kerjasama kepolisian daerah dalam rangka membina kerjasama antar praktisi DVI/CSI di daerah dan meningkatkan mekanisme komunikasi di bidang ilmu forensik dengan fokus pada bidang DVI/CSI, rapat mufakat menegaskan kembali perlunya tetap terkoordinasi dalam melakukan respon mitigasi dampak bencana yang tidak terhindarkan dan melakukan pembenahan kesiapsiagaan nasional dan kewilayahan secara tepat waktu.