USULAN PERTEMUAN INTERPOL / ASEANAPOL PADA 5 DESEMBER 2019, INTERPOL GLOBAL COMPLEX INNOVATION (IGCI), SINGAPURA
04 February 2020
Pada tanggal 5 Desember 2019, Direktur Pelayanan Kepolisian, DAC Jim Wee bersama Plans and Programs Officer II, ASP Johnathan Putra melakukan pertemuan dengan Direktorat Sistem dan Teknologi Informasi INTERPOL yang dilaksanakan di Interpol Global Complex for Innovation (IGCI), Singapura. Hadir dalam pertemuan tersebut adalah Bapak Thierry Rey, Bapak Dominic Suc dan Bapak Wong Wee Ming dari Direktorat Sistem & Teknologi Informasi INTERPOL dan juga Dr. Madan Oberoi, Direktur Eksekutif Teknologi dan Inovasi IGCI.
Pertemuan ini merupakan lanjutan dari diskusi dengan Sekretaris Jenderal INTERPOL Jurgen Stock mengenai pengembangan e-ADS 2.0, khususnya untuk kelangsungan bisnis backup e-ADS 2.0. MR Thierry Rey dan Mr Dominic Suc berada di wilayah tersebut untuk pertemuan lainnya dan karenanya tepat waktu untuk mengatur pertemuan Sekretariat ASEANAPOL di IGCI.
Pada pertemuan tersebut, INTERPOL dan Sekretariat menegaskan kembali dukungan satu sama lain dalam pengembangan e-ADS 2.0. DAC Jim Wee menyampaikan terima kasih atas dukungan INTERPOL dalam mewujudkan migrasi e-ADS dari Singapura ke Sekretariat dan menyampaikan secara singkat rencana pengembangan tahun 2019 yang terutama berfokus pada saluran komunikasi antar negara anggota. yaitu. Platform komunikasi email yang diharapkan dapat beroperasi pada bulan Januari 2020.
Pertemuan dilanjutkan dengan membahas tentang proposal kelangsungan bisnis untuk cadangan e-ADS 2.0 dari INTERPOL, DAC Jim Wee menyampaikan bahwa proposal kelangsungan bisnis baik untuk kontinjensi namun menambahkan bahwa Sekretariat akan lebih lanjut menunggu proposal lengkap dari Direktorat Sistem & Teknologi Informasi INTERPOL dan setelah itu beredar untuk memperbarui semua negara anggota sebelum diskusi lebih lanjut mengenai implementasi jika semua negara anggota setuju.
Juga dibahas dalam pertemuan INTERPOL mengenai database INTERPOL yang ada yang INTERPOL nantikan untuk melengkapi pengembangan e-ADS 2.0. DAC Jim Wee menyampaikan bahwa saran tersebut juga merupakan bagian dari review dalam pengembangan e-ADS 2.0 dan akan menjadi catatan saat pengembangan bersama vendor yang ditunjuk. Dia menambahkan bahwa rencana awal akan berfokus pada perdagangan narkoba, kejahatan dunia maya dan basis data terorisme yang sedang menjadi tren saat ini yang ditunjukkan oleh negara-negara anggota.
Rapat diakhiri dengan penunjukan Bapak Wong Wee Ming sebagai penghubung utama sekretariat dalam pengembangan e-ADS 2.0. INTERPOL juga menyampaikan komitmennya untuk mendanai dan mendukung e-ADS 2.0 Sekretariat jika memungkinkan. Sebagai permulaan, INTERPOL mengusulkan pembagian fitur terjemahan/multibahasa untuk diintegrasikan ke dalam e-ADS 2.0.
English
Melayu
Indonesia
ภาษาไทย
Tiếng Việt
ភាសាខ្មែរ
ພາສາລາວ
မြန်မာ
Filipino
中文