Kuala Lumpur, Malaysia. Pertemuan Orang Kontak ASEANAPOL (ACPM) ke-14 diadakan di Kuala Lumpur, Malaysia,

10 July 2024

calendar_today 10 July 2024
Kuala Lumpur, Malaysia. Pertemuan Orang Kontak ASEANAPOL (ACPM) ke-14 diadakan di Kuala Lumpur, Malaysia,
Kuala Lumpur, Malaysia. ASEANAPOL Contact Persons Meeting (ACPM) ke-14 diselenggarakan di Kuala Lumpur, Malaysia, pada tanggal 1 hingga 4 Juli 2024. Pertemuan ini mempertemukan 70 perwakilan dari 10 Negara Anggota ASEANAPOL (AMC), antara lain Royal Brunei Police Force (RBPF), Kepolisian Nasional Kamboja (CNP), Kepolisian Nasional Indonesia (INP), Kepolisian Laos (LPF), Kepolisian Kerajaan Malaysia (RMP), Kepolisian Myanmar (MPF), Kepolisian Nasional Filipina (PNP), Kepolisian Singapura Force (SPF), Polisi Kerajaan Thailand (RTP), dan Kepolisian Vietnam (VPF). Selain itu, hadir pula 8 Mitra Dialog (DPs) yaitu: Australian Federal Police (AFP), Ministry of Public Security (MPS) Tiongkok, National Police Agency (NPA) Jepang, Korean National Police Agency (KNPA), New Zealand Police (NZP), Ministry of Interior of the Russian Federation, National Crime Agency of United Kingdom (UK-NCA) dan INTERPOL. Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh 9 Observer (OB), yaitu: Kepolisian Fiji, Kementerian Dalam Negeri Perancis, Polisi Dewan Kerjasama Teluk (GCCPOL), Asosiasi Kepala Polisi Internasional (IACP), Departemen Keamanan Publik Kementerian Dalam Negeri Italia, Royal Canadian Mounted Police (RCMP), Kepolisian Nasional Timor-Leste (PNTL), Kementerian Dalam Negeri Uni Emirat Arab (UEA) dan Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI). Selanjutnya hadir pula 50 petugas kepolisian dari RMP termasuk perwakilan dari berbagai departemen kepolisian yaitu: Sekretariat Irjen Pol, NCB INTERPOL Kuala Lumpur, Biro Kejahatan Satwa Liar, Reserse Kriminal Komersial, Reserse Kriminal Narkoba dan khususnya dengan keterlibatan unit Identifikasi Korban Bencana dari Reserse Kriminal. Kepolisian Nasional Turki, Sekretariat ASEAN, dan EUROPOL, serta Komite Palang Merah Internasional, Polisi Federal Argentina, dan Kepolisian Bangladesh menyampaikan penyesalannya karena tidak dapat menghadiri pertemuan penting tersebut. Kolonel Polisi David Martinez Vinluan, seorang anggota Kepolisian Nasional Filipina dan Direktur Eksekutif ke-8 Sekretariat ASEANAPOL, memimpin pertemuan tersebut. Kolonel Vinluan mengungkapkan kegembiraannya menjadi tuan rumah pertemuan para profesional penegak hukum terhormat dari seluruh wilayah dan sekitarnya.
Pertemuan ini sangat penting dalam memperkuat kemitraan dan merumuskan strategi yang kuat melawan ancaman keamanan regional dan global. Para peserta secara aktif terlibat dalam diskusi mengenai implementasi Komunike Bersama ASEANAPOL ke-41, yang mencakup 14 bidang inti: perdagangan gelap narkoba, terorisme, penyelundupan senjata, perdagangan manusia/perdagangan manusia, penipuan maritim, kejahatan terhadap satwa liar, kejahatan komersial, pelanggaran bank dan penipuan kartu kredit, kejahatan dunia maya, penipuan dokumen perjalanan, penipuan transnasional, Sistem Database Elektronik ASEANAPOL (e-ADS), Saling Membantu dalam Masalah Pidana, Pertukaran Personil dan Program Pelatihan antar Kepolisian ASEAN Angkatan Darat, dan Jaringan Ilmu Forensik Kepolisian ASEAN. Sesi ini dirancang tidak hanya untuk menginspirasi tindakan tetapi juga untuk memperdalam kolaborasi.
Selanjutnya, pertemuan ini menjadi landasan bagi Konferensi ASEANAPOL ke-42 yang akan datang, yang akan diselenggarakan oleh Kepolisian Myanmar pada tanggal 21 hingga 23 Oktober 2024. Dalam pertemuan ini, 10 Kepala Kepolisian Nasional ASEAN, Mitra Dialog, dan Pengamat akan berkumpul untuk mengambil keputusan penting yang berdampak pada keamanan kolektif. Puncak dari pertemuan ini ditandai dengan pertukaran masukan berharga, praktik terbaik, dan peluang jaringan di antara para peserta. Interaksi ini telah memperkuat ikatan profesional antara kepolisian ASEAN dan global serta meningkatkan kemampuan kolektif mereka untuk mengatasi tantangan keamanan bersama.
Direktur Eksekutif Vinluan mendorong para peserta untuk memanfaatkan kesempatan ini untuk memperkuat ikatan dan mengeksplorasi pendekatan inovatif bersama. Mantan Presiden Filipina Fidel Ramos, salah satu pendiri ASEANAPOL, mengatakan, "Pemerintahan yang baik bergantung pada kemampuan berkomunikasi; dan komunikasi mengalir dua arah – ke atas dan ke bawah, di sekitar dan di antara masyarakat." Lebih lanjut beliau menekankan untuk menumbuhkan budaya dialog terbuka dan komunikasi dua arah selama musyawarah.
Misi ASEANAPOL: “Mencegah dan Memerangi Kejahatan Transnasional melalui hubungan yang lebih besar dan kolaborasi kepolisian yang kreatif”.
Visi ASEANAPOL: “Bersama Kita Jaga Keamanan Kawasan ini”
Motto ASEANAPOL: “Melawan Kejahatan, Mencintai Kemanusiaan dan Membantu Anak Nakal”
Pertemuan Contact Person Kepolisian Nasional ASEAN (ASEANAPOL) ke-14

























< div>