RAPAT LUAR BIASA GABUNGAN ANTARA GCCPOL & SEKRETARIAT ASEANAPOL (12 MEI 2020)
28 May 2020
Dengan tujuan untuk meningkatkan kemitraan dalam masalah perdamaian dan keamanan dan untuk menjajaki bidang kerja sama baru antara Gulf Cooperation Council Police (GCCPOL) dan ASEAN National Police (ASEANAPOL) Secretariat dalam hal Kejahatan Terorganisir Transnasional (TOC) dan inisiatifnya di bidang kepentingan bersama seperti Kejahatan Dunia Maya, Perdagangan Gelap Narkoba, Terorisme dan bidang keamanan lainnya selama COVID -19 pandemi, “ Virtual Pertemuan Luar Biasa Bersama antara GCCPOL & Sekretariat ASEANAPOL ” diadakan pada tanggal 12 Mei 2020, diselenggarakan oleh GCCPOL, antara pukul 10:00 – 11:00 (Zona Waktu Malaysia) dan diikuti oleh:
GCCPOL
|
|
SEKRETARIAT ASEANAPOL
- DAC JIM WEE, DİRECTOR EKSEKUTIF
- SNR. SUP. JONI GETAMALA, DİREKTOR DINAS POLİCE
- POL. SUP. TANG YIK TUNG, DIREKTUR RENCANA DAN PROGRAM
- ASP KHAIRUL IZHAM MD NOH, PETUGAS POLISI II
Pertemuan virtual diawali dengan sambutan pembukaan oleh Kolonel Mubarak Saeed Alkhyeli, Direktur GCCPOL dan dilanjutkan oleh Wakil Asisten Komisaris Jim Wee, Direktur Eksekutif Sekretariat ASEANAPOL.
Kolonel Mubarak Saeed Alkhyeli dan Wakil Asisten Komisaris Jim Wee telah mengucapkan terima kasih satu sama lain karena telah menjadi tuan rumah dan menerima undangan pertemuan virtual dan juga kepada seluruh anggota tim atas kehadirannya dalam pertemuan tersebut. Kedua Ketua Delegasi menekankan pentingnya memiliki hubungan yang erat dan menekankan kepercayaan diri mereka untuk memperkuat hubungan yang sudah ada dan menjajaki kerja sama baru di bidang kejahatan terutama selama pandemi COVID -19 yang secara signifikan dan drastis mengubah lanskap penegakan hukum.
Baik Direktur maupun Direktur Eksekutif kemudian mempersilahkan anggota tim untuk memperkenalkan diri. Perwakilan GCCPOL dan Sekretariat ASEANAPOL memperkenalkan diri dalam sesi temu sapa tersebut.
Rapat yang dipimpin oleh Kolonel. Mubarak Saeed Alkhyeli kemudian menceritakan situasi kejahatan di kawasan Teluk selama pandemi COVID-19. Dalam paparannya, beliau menyampaikan keprihatinannya mengenai munculnya ancaman siber, koordinasi antar lembaga kepolisian daerah, dan rencana aksi selama dan setelah krisis pandemi yang terjadi saat ini. Beliau juga berpendapat bahwa setiap badan kepolisian daerah perlu membantu lembaga penegak hukum dalam mengidentifikasi tantangan yang dihadapi polisi di berbagai daerah untuk memitigasi dampak kejahatan terkait COVID – 19.
Kemudian Sekretariat ASEANAPOL memberikan pengarahan yang menjelaskan tindakan dan langkah-langkah yang diambil Negara-negara Anggota ASEANAPOL selama pandemi baru-baru ini. Diberitahukan bahwa Sekretariat ASEANAPOL telah bekerja sama dengan Negara-negara Anggotanya dalam berbagi praktik kepolisian terbaik selama pembatasan pergerakan dengan pedoman yang diadaptasi/dipraktikkan oleh Badan Kepolisian Nasional Korea dan mengambil langkah-langkah pencegahan seperti yang direkomendasikan oleh entitas internasional lainnya seperti Organisasi Polisi Kriminal Internasional (ICPO-INTERPOL), Asosiasi Eropa untuk Transaksi Aman (EAST) dan Pusat Informasi dan Koordinasi Regional Asia Tengah untuk Pemberantasan Perdagangan Gelap Narkotika, Psikotropika (CARRICC) mengenai perdagangan manusia. aktivitas penipuan dr ug dan cyber/kartu kredit selama periode yang penuh tantangan ini. Sekretariat ASEANAPOL juga menekankan pentingnya memanfaatkan peningkatan kapasitas dengan mendorong Negara-negara Anggota untuk berpartisipasi dalam webinar pelatihan kursus internasional, untuk kepentingan semua orang terutama dalam kurikulum dan kebutuhan pelatihan ASEANAPOL.
Area kerja sama umum kedua entitas dibahas dalam pertemuan tersebut dan mengakui bahwa dunia maya yang tidak terbatas, tanpa batas, dan mengikis batas negara hanyalah awal dari ancaman dunia maya. Dengan miliaran orang yang menjalani lockdown dan menghabiskan sebagian besar waktunya di rumah selama pandemi ini, para penjahat beralih ke dunia online untuk mendapatkan uang dengan mudah. Kasus kejahatan yang berorientasi pada uang seperti penipuan, penipuan online, peniruan identitas, phishing, penipuan telekomunikasi, berita palsu, gerhana bahkan aktivitas pengangkutan narkoba dan perjudian online semakin meningkat. Beberapa pelaku kejahatan siber juga mengeksploitasi ketakutan akan wabah COVID-19 untuk melakukan kejahatan serupa. Oleh karena itu, penting bagi kedua belah pihak untuk menemukan solusi, menemukan mekanisme yang memungkinkan lembaga penegak hukum bekerja lebih dekat untuk bertukar informasi dan menangkap para penjahat.
Menanggapi hal ini, DAC Jim Wee menekankan bahwa Sekretariat ASEANAPOL ingin membuka peluang koordinasi dengan GCCPOL sebagai Pengamat ASEANAPOL dalam berbagi dan pertukaran informasi tepat waktu mengenai kejahatan tersebut selama dan setelah pandemi. Dengan mengacu pada fenomena-fenomena yang muncul/potensi kejahatan yang mungkin timbul pada periode ini, maka akan dimungkinkan untuk saling fokus dan bersiap dalam menetapkan sasaran dan langkah-langkah koordinasi selanjutnya.
Para peserta menyatakan keyakinannya dan mengakui semua keputusan yang telah disepakati.
Kesimpulan
Pertemuan diakhiri dengan kedua Ketua Delegasi menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif dan dukungan seluruh delegasi selama diskusi. Rapat virtual berakhir pada tanggal 12th Mei 2020 pukul 11.00.
English
Melayu
Indonesia
ภาษาไทย
Tiếng Việt
ភាសាខ្មែរ
ພາສາລາວ
မြန်မာ
Filipino
中文