Operasi Gabungan Polri dan PNP: Bukti Kolaborasi Polisi-ke-Polisi ASEANAPOL
08 September 2024
calendar_today
08 September 2024
Pada tanggal 4 September 2024, operasi gabungan antara Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dan Kepolisian Nasional Filipina (PNP) berujung pada penangkapan dan deportasi Walikota Alice Guo yang diberhentikan. Operasi ini menunjukkan komitmen ASEANAPOL terhadap kerja sama regional dalam memerangi kejahatan transnasional.
Pada tanggal 5 September 2024, pihak berwenang Indonesia secara resmi menyerahkan Guo kepada pejabat Filipina di Jakarta, dengan Ketua Jenderal PNP Rommel Marbil dan Menteri Dalam Negeri Benjamin Abalos Jr. yang mengawasi pemindahan tersebut. Guo kemudian diterbangkan ke Filipina, di mana dia diproses di Kamp Crame sebelum diserahkan ke Senat karena ada surat perintah penangkapan.
Operasi yang dipelopori oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan difasilitasi oleh Irjen Polisi Krisna Murti ini merupakan contoh keberhasilan kemitraan polisi-ke-polisi ASEANAPOL. Melalui pertukaran intelijen dan kerja sama yang lancar, Polri dan PNP telah menunjukkan bagaimana penegakan hukum di seluruh negara anggota ASEAN dapat secara efektif mengatasi kejahatan lintas batas yang kompleks dan menegakkan keadilan, serta memperkuat perdamaian dan keamanan regional.
“Bersama Kita Jaga Keamanan Wilayah Ini"
.jpeg)
.jpeg)



English
Melayu
Indonesia
ภาษาไทย
Tiếng Việt
ភាសាខ្មែរ
ພາສາລາວ
မြန်မာ
Filipino
中文