Balon Bahagia Menjadi Obat Rekreasi Populer di Laos

01 February 2021

calendar_today 01 February 2021
Balon Bahagia Menjadi Obat Rekreasi Populer di Laos


Kaum muda menggunakan balon nitro oksida di Vietnam (Foto: Vietnamnet)

Balon berisi nitrous oksida telah lama menjadi narkoba yang populer di kalangan remaja di Thailand, dan juga mulai bermunculan di Laos dan Vietnam.

Dikenal sebagai “Happy Balloons” di Laos dan Thailand, atau “Funky Balls” di Vietnam, balon berisi nitrous oxide telah menjadi andalan di kalangan anak muda pengunjung pesta di Asia Tenggara.

Menurut laporan The Nation, “Happy Balloons”, berisi nitrous oxide, atau gas tertawa, telah dijual di sepanjang Khao yang terkenal di Bangkok Sarn Road setidaknya sejak tahun 2013. Mulai dari THB 50 hingga THB 150, balon berisi gas bahkan diberikan kepada para tamu saat mereka memasuki bar dan klub malam.

Penggunaan gas dengan cepat menyebar ke bagian lain Thailand yang populer di kalangan pengunjung pesta, termasuk Pattaya, dan pulau-pulau seperti Koh Samui dan Ko Phangan.

Tidak dapat dipungkiri, fenomena ini akan terjadi di Laos, karena wisatawan yang mengunjungi Thailand sering melakukan perjalanan ke Laos, membawa serta beberapa kebiasaan pesta yang populer di sana.

Nitrous oksida (N2O) digunakan dalam pembedahan dan kedokteran gigi karena efek anestesi dan analgesiknya. Gas ini dihirup dengan membuang selongsong gas nitrous (bohlam atau whippet) ke dalam balon, yang kemudian dapat dihirup.

Efek menghirup nitrous oksida menghasilkan euforia yang cepat dan perasaan gembira dalam waktu singkat, menurut Yayasan Alkohol dan Narkoba Australia.

Gas ini belum dinyatakan ilegal di banyak negara karena penggunaannya di rumah sakit dan kedokteran gigi klinik.

Menurut salah satu turis yang berbicara dengan Laotian Times, “Balon Bahagia” biasa terjadi di bar-bar di Vientiane Capital dan khususnya di Vang Vieng.

“Para remaja suka mencoba ini dan menikmatinya karena keracunan hanya berlangsung sebentar. Tapi mereka tidak tahu tentang bahaya gas tersebut,” katanya.

Nitrous oksida mempengaruhi setiap orang secara berbeda, tergantung pada jumlah yang diminum serta ukuran dan berat pengguna. Ini juga akan memberikan efek yang berbeda kepada pengguna jika dikonsumsi bersamaan dengan obat lain.

Dosis besar dapat menyebabkan hilangnya tekanan darah, pingsan, atau bahkan serangan jantung, sedangkan efek jangka panjang dari paparan dinitrogen oksida dalam waktu lama meliputi kehilangan ingatan, kerusakan saraf, melemahnya sistem kekebalan tubuh, depresi, dan psikosis.

Sumber : The Laotian Times