ASEANAPOL Bertemu Secara Virtual dengan Atase Polisi Italia

18 December 2024

calendar_today 18 December 2024
ASEANAPOL Bertemu Secara Virtual dengan Atase Polisi Italia
Pada tanggal 16 Desember 2024, Sekretariat ASEANAPOL yang dipimpin oleh Direktur Eksekutif Kolonel Polisi David Martinez Vinluan mengadakan pertemuan virtual dengan Brigadir Jenderal Giorgio Butini, Atase Polisi Italia yang baru dilantik yang berbasis di Bangkok, Thailand. Delegasi Sekretariat tersebut antara lain Letkol Polisi Nguyen Huu Ngoc, Inspektur Polisi Siva Pergahsum Shanmugam, Wakil Inspektur Polisi Suresh Subramaniam, Asisten Inspektur Polisi Engku Nurul Aini Engku Malik, dan Asisten Inspektur Polisi Nithia Perumal, semuanya ditempatkan di markas Sekretariat di Kuala Lumpur, Malaysia. Brigjen Butini didampingi Ibu Selina dari Kedutaan Besar Italia di Bangkok, Thailand. Brigjen Butini menggantikan Dr. Nicola Gallo yang menjabat Atase Polisi Italia hingga Mei 2024.
Dalam pertemuan tersebut, Letnan Kolonel Polisi Nguyen Huu Ngoc, Direktur Rencana dan Program, menyampaikan gambaran komprehensif tentang inisiatif Pelatihan Peningkatan Kapasitas (CBT) yang lalu. Ia menekankan manfaat langsung yang diberikan oleh program-program ini kepada personel kepolisian ASEAN, dan menggarisbawahi komitmen Sekretariat terhadap peningkatan kapasitas dan pengembangan keterampilan.
Sebagai Pengamat ASEANAPOL sejak tahun 2022, Italia telah memainkan peran penting dalam memperkuat kemitraan, khususnya melalui Departemen Keamanan Kementerian Dalam Negeri Italia (PSD IIM). Kontribusi Italia telah secara signifikan mendukung upaya ASEANAPOL dalam memerangi kejahatan transnasional. Menyadari dukungan berharga Italia, Sekretariat ASEANAPOL mengusulkan kelanjutan CBT tahunan untuk Negara-negara Anggota ASEANAPOL (AMCs). Inisiatif ini bertujuan untuk membangun momentum positif yang dibangun pada tahun 2022 dan lebih meningkatkan kompetensi personel kepolisian ASEAN.
Untuk memaksimalkan dampak program peningkatan kapasitas di masa depan, Sekretariat menyarankan untuk menggabungkan sesi berbagi pengetahuan, latihan meja, dan studi kasus spesifik negara. Kegiatan-kegiatan ini dirancang untuk mendorong kerja sama antarlembaga, memfasilitasi pertukaran praktik terbaik, dan memperkuat jaringan operasional di antara Badan Penegakan Hukum ASEAN (LEA).
Sekretariat ASEANAPOL juga menyoroti meningkatnya ancaman yang ditimbulkan oleh kejahatan dunia maya dan penipuan transnasional, yang terus berkembang seiring dengan kemajuan teknologi digital. Kategori kejahatan ini mencakup pencurian identitas, penipuan keuangan, serangan ransomware, dan skema yang muncul seperti eksploitasi pencari kerja. Kelompok rentan, khususnya anak-anak, perempuan, dan orang lanjut usia, merupakan kelompok yang paling terkena dampak kejahatan ini.
Mengingat urgensi ancaman ini, Sekretariat ASEANAPOL menekankan perlunya peningkatan kolaborasi dengan mitra seperti Italia. Kemitraan seperti ini sangat penting untuk memperkuat kapasitas lembaga penegak hukum dalam melindungi kelompok rentan. Untuk mencapai hal ini, usulan Sekretariat untuk melanjutkan kolaborasi dalam CBT bertujuan untuk mengatasi meningkatnya risiko yang terkait dengan kejahatan dunia maya dan penipuan transnasional. Proposal ini bertujuan untuk memperkuat kerangka perlindungan bagi masyarakat di kawasan ASEAN dan sekitarnya.
Pertemuan ini diakhiri dengan diskusi produktif antara ASEANAPOL dan Italia, yang memperkuat komitmen bersama mereka dalam mengatasi tantangan kejahatan transnasional yang muncul dan meningkatkan upaya peningkatan kapasitas bagi personel penegak hukum ASEAN.
"Bersama Kita Jaga Keamanan Wilayah Ini"