Sesi Berbagi Sekretariat ASEANAPOL tentang Mekanisme Kerja Sama dalam Pemberantasan Kejahatan Transnasional di Royal Malaysia Police College Kuala Lumpur

21 August 2024

calendar_today 21 August 2024
Sesi Berbagi Sekretariat ASEANAPOL tentang Mekanisme Kerja Sama dalam Pemberantasan Kejahatan Transnasional di Royal Malaysia Police College Kuala Lumpur
Pada tanggal 20 Agustus 2024, di Kuala Lumpur, Malaysia, Sekretariat ASEANAPOL mengadakan sidang mengenai mekanisme kerja sama ASEANAPOL untuk mengidentifikasi dan menyelidiki kejahatan transnasional. Diselenggarakan di Royal Malaysia Police College Kuala Lumpur, acara tersebut menghadirkan Asisten Komisaris Polisi (ACP) Dr. Bakri bin Hj. Zainal Abidin Kepolisian Kerajaan Malaysia, yang juga menjabat sebagai Direktur Pelayanan Kepolisian Sekretariat ASEANAPOL, di bawah pengawasan Direktur Eksekutif David Martinez Vinluan. Sesi tersebut merupakan bagian dari 1st International Narcotic Enforcement Course (INEC), yang dihadiri oleh petugas kepolisian dari negara anggota ASEANAPOL serta peserta dari luar kawasan ASEAN.
Selama sesi tersebut, ACP Dr. Bakri memberikan gambaran komprehensif tentang misi Sekretariat ASEANAPOL dan upaya berkelanjutannya untuk meningkatkan kerja sama antar kepolisian ASEAN. Beliau menekankan pentingnya peran pertukaran intelijen dan tindakan terkoordinasi dalam memerangi kejahatan transnasional, termasuk perdagangan manusia, kejahatan dunia maya, penyelundupan narkoba, dan terorisme. Beliau menegaskan kembali komitmen ASEANAPOL terhadap kolaborasi penegakan hukum regional melalui dialog berkelanjutan dan konsultasi strategis.
INEC yang berlangsung pada tanggal 19 hingga 23 Agustus 2024 mengusung tema "Praktik Terbaik Narkotika: Pandangan Bersama". Kursus bertaraf internasional ini menarik 30 peserta dengan pangkat mulai dari Wakil Inspektur Polisi hingga Asisten Komisaris Polisi (Mayor Polisi hingga Kolonel Polisi atau pangkat setara). Peserta mewakili negara-negara anggota ASEANAPOL, antara lain Thailand, Vietnam, Filipina, Brunei, Singapura, Indonesia, Kamboja, dan Malaysia, serta negara lain seperti Maladewa, Kuwait, Timor Leste, Bahrain, dan Kanada.
Kursus ini bertujuan untuk mempromosikan pertukaran pengetahuan global mengenai narkotika, memperkuat upaya untuk memerangi kejahatan terkait narkoba baik di Malaysia maupun internasional, dan membangun jaringan kerja sama antar negara, pemangku kepentingan, dan organisasi non-pemerintah. Selain itu, acara ini berupaya untuk memaparkan para peserta mengenai pendekatan-pendekatan yang patut dicontoh yang digunakan oleh negara-negara maju dan berkembang dalam memerangi narkotika sambil mengembangkan kualitas kepemimpinan di kalangan perwira polisi senior. Meningkatnya tantangan kejahatan transnasional menjadi fokus utama diskusi. Kejahatan transnasional telah berkembang menjadi isu global yang signifikan, mengancam keamanan dan kesejahteraan dalam skala luas. Konvensi PBB tentang Kejahatan Terorganisir Transnasional (UNTOC) berfungsi sebagai referensi utama bagi negara-negara yang mencari panduan dalam mengatasi kejahatan-kejahatan ini, khususnya yang dilakukan oleh kelompok kriminal terorganisir yang beroperasi melintasi batas negara. Kompleksitas kejahatan transnasional, yang secara intrinsik terkait dengan batas negara, sering kali mengurangi kemampuan masing-masing negara untuk mengendalikan kejahatan tersebut, dan terkadang mengakibatkan konflik regional. Banyak negara juga menghadapi tantangan terkait keterbatasan sumber daya keuangan dan manusia, yang diperburuk oleh isu-isu seperti upah rendah dan korupsi, yang semakin memperumit kemampuan mereka untuk merespons kejahatan-kejahatan ini secara efektif.
Mengingat tantangan-tantangan ini, kerja sama regional menjadi sangat penting. Kepala Kepolisian Nasional ASEAN (ASEANAPOL) telah memainkan peran penting dalam memupuk kolaborasi, khususnya dalam aspek preventif, penegakan hukum, dan operasional dalam memerangi kejahatan transnasional. Sebagai platform utama bagi kerja sama kepolisian strategis di Asia Tenggara, ASEANAPOL secara aktif terlibat dalam pertukaran pengetahuan dan keahlian di bidang penegakan hukum, peradilan pidana, dan pencegahan kejahatan transnasional. ASEANAPOL telah menangani spektrum aktivitas kriminal yang luas, termasuk terorisme, perdagangan narkoba, penyelundupan senjata, perdagangan manusia, kejahatan dunia maya, pemalsuan uang, kejahatan ekonomi dan keuangan, penipuan kartu kredit, dan pengaturan ekstradisi bagi penjahat dan buronan. Selain itu, organisasi ini telah mengambil langkah-langkah proaktif untuk memerangi bentuk-bentuk kejahatan transnasional yang muncul, seperti pemalsuan dokumen perjalanan, penipuan online, pelanggaran terkait kesehatan masyarakat, dan eksploitasi anak.
Melalui upaya kolaboratif ini, ASEANAPOL telah memperkuat perannya dalam mendorong kemitraan penegakan hukum di seluruh kawasan, memajukan inisiatif bersama untuk memitigasi semakin besarnya ancaman yang ditimbulkan oleh kejahatan transnasional, dan memastikan keberlanjutan keamanan dan keselamatan di Asia Tenggara.
“Bersama Kita Jaga Keamanan Wilayah Ini"