Direktur Eksekutif ASEANAPOL Berbicara pada Hari Penjaga Perdamaian PBB ke-76 di Filipina

30 May 2024

calendar_today 30 May 2024
Direktur Eksekutif ASEANAPOL Berbicara pada Hari Penjaga Perdamaian PBB ke-76 di Filipina
Pada tanggal 29 Mei 2024, Filipina memperingati Hari Internasional Penjaga Perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa ke-76 dengan tema “Fit for the Future: Building Better Together.” Acara tersebut menghadirkan David Martinez Vinluan, Direktur Eksekutif Sekretariat ASEANAPOL, sebagai narasumber.
Selama 76 tahun, pasukan penjaga perdamaian PBB telah berupaya menyelamatkan dan mengubah kehidupan di situasi politik dan keamanan paling rapuh di dunia. Sejak tahun 1948, lebih dari dua juta personel berseragam dan sipil telah membantu transisi negara-negara dari perang ke perdamaian. Saat ini, lebih dari 70.000 pasukan penjaga perdamaian bertugas di 11 misi yang dikerahkan di titik-titik api di seluruh dunia.
Pada bulan Desember 2002, Majelis Umum PBB menetapkan tanggal 29 Mei sebagai Hari Internasional Penjaga Perdamaian PBB. Tanggal ini dipilih karena, pada tanggal 29 Mei 1948, Dewan Keamanan PBB mengesahkan operasi penjaga perdamaian PBB yang pertama di Asia Barat, membentuk Organisasi Pengawasan Gencatan Senjata PBB (UNTSO) untuk memantau perjanjian gencatan senjata antara negara Israel yang baru dibentuk dan negara-negara tetangga Arabnya. Hari Penjaga Perdamaian PBB Internasional yang pertama diperingati pada tanggal 29 Mei 2003.
Program tahun ini, yang diselenggarakan oleh Kepolisian Nasional Filipina, dihadiri oleh perwakilan dari Departemen Luar Negeri, Departemen Dalam Negeri dan Pemerintah Daerah, Departemen Pertahanan Nasional, veteran penjaga perdamaian PBB dari kepolisian dan militer, serta mahasiswa kriminologi dari perguruan tinggi dan universitas terkemuka di Metro Manila.
Direktur Eksekutif Vinluan, seorang veteran Kepolisian PBB dan mantan anggota staf UNHQ, adalah salah satu dari empat pembicara veteran di simposium tersebut. Ia memaparkan topik “Relevansi Pemeliharaan Perdamaian Internasional di Masa Kini,” membahas peran penting pemeliharaan perdamaian dalam menjaga stabilitas global, mencegah konflik, dan mendukung transisi politik di negara-negara rentan.
Selain itu, Vinluan memperkenalkan ASEANAPOL kepada hadirin, menekankan pentingnya organisasi ini dalam lanskap penegakan hukum regional. Dia menyoroti visi ASEANAPOL untuk membina komunitas ASEAN yang lebih aman dan terjamin melalui peningkatan kerja sama dan kolaborasi antar negara anggota. Vinluan menguraikan misi ASEANAPOL untuk memerangi ancaman kejahatan transnasional yang muncul, seperti perdagangan manusia, penyelundupan narkoba, kejahatan dunia maya, dan terorisme. Beliau menggarisbawahi bagaimana ancaman-ancaman ini tidak hanya membahayakan suatu negara tetapi juga menimbulkan tantangan yang signifikan terhadap perdamaian dan keamanan regional dan global.
Dengan meningkatkan kesadaran mengenai inisiatif dan tujuan ASEANAPOL, Vinluan bertujuan untuk menumbuhkan pemahaman dan dukungan publik yang lebih besar terhadap upaya organisasi tersebut. Ia menekankan perlunya tindakan kolektif dan kerja sama internasional dalam mengatasi kejahatan transnasional, serta peran penting yang dimainkan organisasi seperti ASEANAPOL dalam meningkatkan stabilitas dan keamanan di kawasan ini dan sekitarnya.
Relevansi pemeliharaan perdamaian internasional di dunia saat ini tidak dapat dilebih-lebihkan. Hal ini merupakan alat yang sangat diperlukan untuk mendorong perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran di dunia yang semakin kompleks dan saling terhubung. Saat kita menghadapi tantangan abad ke-21, marilah kita menegaskan kembali komitmen teguh kita terhadap pemeliharaan perdamaian internasional dan berjuang bersama untuk membangun masa depan yang lebih damai dan aman bagi semua.
“Bersama Kita Jaga Keamanan Wilayah Ini”