ASEANAPOL - MENTERI DALAM NEGERI FEDERASI RUSIA TENTANG KURSUS PELATIHAN LANJUTAN BAGI UNIT ANTI NARKOBA NEGARA ANGGOTA ASEANAPOL

05 October 2021

calendar_today 05 October 2021
ASEANAPOL - MENTERI DALAM NEGERI FEDERASI RUSIA TENTANG KURSUS PELATIHAN LANJUTAN BAGI UNIT ANTI NARKOBA NEGARA ANGGOTA ASEANAPOL
Pada tanggal 20-24 September 2021, ASEANAPOL bekerja sama dengan Menteri Dalam Negeri Federasi Rusia menyelenggarakan Kursus Pelatihan Lanjutan Unit Anti Narkoba Negara Anggota ASEANAPOL. Pelatihan diselenggarakan oleh Siberian Law Institute yang diikuti oleh 34 peserta dari Sekretariat ASEANAPOL, Royal Brunei Police Force (RBPF), Kamboja National Police (CNP), Indonesia National Police (INP), Lao Police Forces (LPF), Myanmar Police Force (MPF), Royal Malaysian Police (RMP), Philippines National Police (PNP), Royal Thai Police (RTP) dan dari Office of Investigation Police Agency (OIPA) Vietnam dengan platform online dengan menggunakan sistem teknologi pendidikan jarak jauh.
Peserta kursus pelatihan disambut oleh Kepala Institut Hukum Siberia Kementerian Dalam Negeri Federasi Rusia, Mayor Jenderal Polisi Dmitry Kim, yang mencatat relevansi mengadakan kursus anti narkoba dalam format multilateral. "Saat ini, negara-negara kita menganut pendekatan umum dalam pemberantasan narkoba, sehingga perjuangan yang efektif melawan agresi narkoba dimungkinkan dalam kerangka pengembangan lebih lanjut hubungan kemitraan di antara negara-negara kita dan pengembangan mekanisme kerja sama antardepartemen yang benar-benar berfungsi. Saya yakin bahwa potensi pendidikan yang kaya dari para guru lembaga kami di bidang pemberantasan narkoba akan bermanfaat bagi semua peserta kursus".
Dalam sambutannya, Direktur Pelayanan Kepolisian Sekretariat ASEANAPOL, Polisi Snr. Supt Joni Getamala, menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Kementerian Dalam Negeri Federasi Rusia selaku Mitra Dialog ASEANAPOL yang telah bersungguh-sungguh menyelenggarakan pelatihan pengembangan kapasitas pejabat Negara Anggota ASEANAPOL.
Pelatihan ini selain sebagai penambah pengetahuan bagi seluruh peserta, juga menjadi wadah baru untuk networking antar Unit Anti Narkoba ASEANAPOL karena peserta dan instrukturnya berasal dari berbagai negara. Besar harapan agar semua peserta dapat tetap saling berhubungan untuk mengoordinasikan operasi di masa depan dan berbagi informasi sebagai komitmen petugas unit anti narkoba ASEANAPOL dalam menjaga keamanan kawasan ini.