KONFERENSI ASEANAPOL ke-38, NEGARA BRUNEI DARUSSALAM

18 September 2018

calendar_today 18 September 2018
KONFERENSI ASEANAPOL ke-38, NEGARA BRUNEI DARUSSALAM

Konferensi ASEANAPOL ke-38th 2018 telah sukses diselenggarakan, antara tanggal 3rd September hingga 5th September 2018, oleh Kepolisian Kerajaan Brunei, dengan tema Koheren sebagai Satu, Menghadapi Tantangan.

Tujuan dari konferensi ini adalah untuk meningkatkan profesionalisme polisi, menjalin kerja sama regional yang lebih kuat di bidang kepolisian dan meningkatkan persahabatan yang langgeng di antara petugas kepolisian dari Negara-negara Anggota ASEANAPOL.

Konferensi selanjutnya memperkuat semua inisiatif yang dibahas dan disepakati selama Konferensi 37th ASEANAPOL.  Acara dihadiri oleh masing-masing Kapolri beserta delegasinya dari Negara Brunei Darussalam, Kerajaan Kamboja, Republik Indonesia, Republik Demokratik Rakyat Laos, Malaysia, Republik Persatuan Myanmar, Republik Filipina, Republik Singapura, Kerajaan Thailand, dan Republik Sosialis Vietnam.

Turut hadir pula Mitra Dialog yaitu, Kepolisian Federal Australia, Kementerian Keamanan Publik Republik Rakyat Tiongkok, Badan Kepolisian Nasional Jepang, Badan Kepolisian Nasional Republik Korea, Kepolisian Selandia Baru, Kementerian Dalam Negeri Federasi Rusia, Kepolisian Nasional Turki, Sekretariat ASEAN dan ICPO-INTERPOL. Badan peserta lainnya adalah Pengamat dari Kepolisian Fiji, Kepolisian Nasional Timor Leste, Badan Kejahatan Nasional Inggris, Europol, Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI), Asosiasi Kepala Polisi Internasional (IACP) dan Komite Internasional Palang Merah (ICRC).

Upacara pembukaan dihadiri oleh Yang Mulia Sultan Haji Hassanal Bolkiah Mu'izzaddin Waddaulah ibni Al-Marhum Sultan Haji Omar Ali Saifuddien Sa'adul Khairi Waddien Sultan dan Yang Di-Pertuan Negara Brunei Darussalam, Inspektur Jenderal Polisi, Kepolisian Kerajaan Brunei.

Dalam Titah Yang Mulia, ditegaskan peran penting ASEANAPOL dalam memperkuat kolaborasi dan kerja sama yang erat dalam mengatasi kejahatan transnasional yang semakin kompleks yang dihadapi oleh seluruh angkatan kepolisian nasional ASEAN.

Oleh karena itu, koherensi harus tertanam dalam nilai masing-masing negara anggota untuk memastikan Negara Anggota ASEANAPOL bertindak sebagai satu kesatuan, dengan satu suara, demi keselamatan dan keamanan kawasan Asia Tenggara.

Ancaman baru dalam kejahatan tradisional dan non-tradisional akan terus menghadirkan tantangan terus-menerus bagi polisi. Dengan tujuan mengatasi ancaman regional dan global, penting bagi ASEANAPOL untuk meningkatkan kemitraannya dengan lembaga penegak hukum dari luar kawasan. 

Ini termasuk menjalin dan memelihara kerja sama yang erat dengan organisasi kepolisian daerah lainnya seperti Interpol, Europol & lainnya; serta mengintensifkan pelatihan, konsultasi dan berbagi pengalaman dalam pemberantasan kejahatan.

Yang Mulia menggarisbawahi bahwa sangat penting bagi ASEANAPOL, sebagai badan multilateral, untuk berbagi tanggung jawab dalam upaya mencapai tujuan Komunitas Keamanan ASEAN pada tahun 2020. Melalui kerja kerasnya, ASEANAPOL dapat berkontribusi untuk mewujudkan Komunitas Keamanan ASEAN menjadi kenyataan dan keberhasilan. 

Tuan Rumah Konferensi dan Ketua ASEANAPOL 2018 - 2019, Yang Terhormat Dato Paduka Seri Haji Mohd Jammy bin Haji Muhd ​​Shah Al Islam, Komisaris Polisi, Kepolisian Kerajaan Brunei, menyampaikan pidato sambutannya yang menegaskan kembali komitmen anggota ASEANAPOL dalam mendorong stabilitas di kawasan dengan mendukung inisiatif Cetak Biru Komunitas Politik-Keamanan ASEAN.

Konferensi tiga hari berikutnya telah membuahkan hasil di antara negara-negara anggota dimana berbagai bidang permasalahan termasuk terorisme, perdagangan narkoba, perdagangan manusia dan kejahatan dunia maya dibahas.  Resolusi akhirnya disepakati dengan penandatanganan Komunike Bersama oleh Kapolri pada 5th September 2018, akhir konferensi, untuk memerangi berbagai kejahatan transnasional.

Semua delegasi mendapat Gala Dinner akbar pada malam 5 September 2018 yang diselenggarakan oleh Kepolisian Kerajaan Brunei di mana setiap orang disuguhi berbagai pertunjukan dan makanan lezat.

Kementerian Keamanan Publik Vietnam akan menjadi tuan rumah Konferensi ASEANAPOL ke-39th 2019.