Pertemuan Jaringan Ilmu Forensik Kepolisian ASEAN (APFSN) ke-1 pada tanggal 15 – 17 Februari 2017, Royal Malaysia Police College, Cheras, Kuala Lumpur.

21 February 2017

calendar_today 21 February 2017
Pertemuan Jaringan Ilmu Forensik Kepolisian ASEAN (APFSN) ke-1 pada tanggal 15 – 17 Februari 2017, Royal Malaysia Police College, Cheras, Kuala Lumpur.

Pertemuan 1st ASEAN Police Forensic Science Network (APFSN) telah sukses diselenggarakan di Royal Malaysia Police College, Kuala Lumpur, Malaysia pada tanggal 15 hingga 17 Februari 2017. Pertemuan tersebut dihadiri oleh perwakilan seluruh Negara Anggota ASEANAPOL kecuali Kepolisian Myanmar.  Sekretariat ASEANAPOL turut serta dalam pertemuan ini dan diwakili oleh Direktur Eksekutif Polri Brigjen Yohanes Agus Mulyono, Direktur Pelayanan Kepolisian PSSUPT Ferdinand RP Bartolome dan Direktur Perencanaan dan Program ACP Aidah Bt. Utsman.

Pada Upacara Pembukaan, Direktur Eksekutif Sekretariat ASEANAPOL memberikan pesannya yang menekankan pentingnya jaringan dalam Ilmu Forensik di antara seluruh Kepolisian ASEAN.  Kemudian, SAC Saiful Azly Bin Hj. Kamaruddin, Wakil Direktur (Forensik/ Bank Data DNA/ Perencanaan Strategis, Departemen Investigasi Kriminal, Kepolisian Kerajaan Malaysia, selaku Ketua APFSN 1st menyampaikan pidato utamanya dan meresmikan acara tersebut.

Rapat dipimpin oleh SAC Saiful Azly Bin Hj. Kamaruddin, Wakil Direktur (Forensik/ Bank Data DNA/ Perencanaan Strategis, Departemen Investigasi Kriminal Kepolisian Kerajaan Malaysia dan diketuai oleh SUPT Lei Pei Pei, Asisten Direktur Divisi Forensik, Kepolisian Singapura.  Ketua mengundang SAC Dato Mohamad Anil Shah Bin Abdullah, Kepala Unit Hubungan Internasional Sekretariat Inspektur Jenderal Polisi, yang juga mantan Direktur Pelayanan Kepolisian Sekretariat ASEANAPOL untuk pengenalan singkat tentang pendirian dan juga gambaran umum pembentukan APFSN.

Segera setelah itu, SAC Hussein Bin Omar Khan, Asisten Utama Direktur Divisi Bank Data DNA (D13), Kepolisian Kerajaan Malaysia menyampaikan proposal tentang Identifikasi Korban Bencana (DVI) dan fungsi forensik untuk Komite DVI/CSI ASEANAPOL.  Presentasi dilanjutkan oleh ACP Azari bin Abd. Rahman, Kepala Divisi Fisik, Laboratorium Forensik (D10), Kepolisian Kerajaan Malaysia menjelaskan tentang APFSN sebagai mekanisme pertukaran informasi dan intelijen tentang segala hal yang melibatkan CSI antar ASEAN dan lembaga Kepolisian (DVI/CSI hub).

Seluruh delegasi yang merupakan perwakilan dari Divisi Forensik Kepolisian di negaranya masing-masing, mempresentasikan makalah negaranya mengenai gambaran umum Fasilitas dan Layanan Forensik.

Selanjutnya seluruh anggota membahas dan menyepakati Draft Resolusi mengacu pada Kerangka Acuan (TOR) APFSN yang sudah ada yang ditetapkan tentang perlunya peningkatan kapasitas Kepolisian ASEAN di bidang Ilmu Forensik.

Pertemuan ini mengakui dukungan yang diberikan oleh Negara-negara Anggota, dalam pelaksanaan implementasi kebutuhan Jaringan Ilmu Forensik ASEAN. Pertemuan yang bermanfaat ini dilaksanakan dalam suasana harmonis dengan semangat ASEAN.