Pertemuan Kerja Sama Pelatihan ASEANAPOL (ATCM) ke-13
04 July 2025
Di Yangon, Myan mar on 19–20 Mei 2025. Pertemuan Kerja Sama Pelatihan ASEANAPOL (ATCM) ke-13 berhasil diselenggarakan di Yangon, Myanmar, dari tanggal 19 hingga 20 Mei 2025. Untuk pertama kalinya, pertemuan ini mengadopsi format gabungan, yang memungkinkan partisipasi tatap muka dan virtual untuk memaksimalkan keterlibatan Negara-negara Anggota ASEANAPOL (AMC), Mitra Dialog (DP), dan Pengamat (OB).
Kepolisian Myanmar (MPF), sebagai tuan rumah dan Ketua ASEANAPOL saat ini untuk periode 2024–2025, menyambut 50 delegasi asing yang mewakili 10 AMC—RBPF, CNP, INP, LPF, MPF, RMP, PNP, SPF, RTP, dan OIPA. Selain itu, empat DP (MPS Tiongkok, MOI Rusia, NZP, dan NCA Inggris) dan empat OB (Polisi Federal Argentina, ICRC, Kementerian Dalam Negeri UEA, dan RCMP) juga hadir. MPF juga menurunkan 10 perwira nasional.
Rapat dibuka secara resmi oleh Brigjen Polisi Kyaw Zaya, Kepala Divisi Pemberantasan Kejahatan Transnasional, MPF, yang memimpin acara tersebut. Beliau menggarisbawahi pentingnya pendidikan polisi dan pelatihan bersama sebagai komponen penting dalam memperkuat kemampuan regional untuk mengatasi kejahatan transnasional. Atas usulannya, Kolonel Polisi Pannat Phoppatchayapan dari RTP dengan suara bulat terpilih sebagai Wakil Ketua.
Letnan Jenderal Polisi Win Zaw Moe, Kepala Kepolisian Nasional Myanmar, menyampaikan sambutan, menyoroti pentingnya ATCM ke-13 sebagai acara sampingan utama selama Keketuaan MPF di ASEANAPOL. Beliau menekankan pentingnya kolaborasi dalam pelatihan dan peningkatan kapasitas di antara AMC, DP, dan OB.
Mewakili Sekretariat ASEANAPOL, Letnan Kolonel Polisi Nguyen Huu Ngoc, Direktur Perencanaan dan Program, menyampaikan pidato atas nama Direktur Eksekutif Kolonel Polisi David Martinez Vinluan. ED menekankan pentingnya persatuan, ketahanan, dan kerja sama yang siap menghadapi masa depan dalam penegakan hukum. Mengheningkan cipta dilakukan untuk mengenang para korban gempa bumi yang melanda Myanmar dan Thailand baru-baru ini. ED juga menggarisbawahi nilai pelatihan praktis dan kolaborasi lintas batas dalam menghadapi ancaman yang muncul, menyerukan budaya inovasi dan solidaritas bersama.
Mengikuti formalitas, AMC mempresentasikan kerangka pelatihan masing-masing, menyoroti prioritas nasional, berbagi praktik baik, dan merekomendasikan cara untuk meningkatkan kerja sama. Diskusi tersebut membahas tantangan pelatihan, kesenjangan kapasitas, dan proposal untuk menyelaraskan upaya regional.
DP dan OB memberikan informasi terkini mengenai peluang pelatihan yang sedang berlangsung dan di masa depan bagi lembaga penegak hukum ASEAN. Presentasi ini mencakup inisiatif strategis, rencana kursus untuk tahun 2025–2026, dan proposal kerjasama yang lebih mendalam sejalan dengan tujuan ASEANAPOL.
Ketua menutup pertemuan dengan menyampaikan apresiasi atas kontribusi berarti dari seluruh peserta dan menegaskan kembali pentingnya kerja sama regional dan internasional dalam melawan kejahatan transnasional. Pertemuan tersebut berhasil memperkuat sinergi pelatihan antara AMC, DP, dan O Bs.
Diumumkan bahwa Pertemuan Kerja Sama Pelatihan ASEANAPOL ke-14 akan diselenggarakan oleh Kepolisian Kerajaan Thailand pada tahun 2026.
English
Melayu
Indonesia
ภาษาไทย
Tiếng Việt
ភាសាខ្មែរ
ພາສາລາວ
မြန်မာ
Filipino
中文